Gamma Ray Burst

Akhir-akhir ini di tipi banyak bahas tentang astronomi, saya mau nggak mau jadi suka mangkal di depan tipi, hehe.. Tadi pagi giliran History channel yang bahas astronomi, kemaren saya lihat BBC Knowledge juga bahas tentang kehidupan mikroorganisme di tata surya, termasuk di bulan.

Acara BBC Knowledge menjelaskan klu di luar sana bukan tidak mungkin ada mikroorganisme yang hidup. Sampel yang digunakan diambil dari antartika (atau arktik ya?) karena di sana memiliki cuaca yang cukup ekstrim. Sebelumnya saya pikir mikroorganisme itu gak akan hidup disana, karena dulu saya taunya mikroorganisme akan mati di kondisi suhu ekstrim. Untuk yang dingin begini saya kira mereka akan membeku, tidak mati tapi membeku, dan akan berkembang biak lagi dalam suhu normal. Ternyata saya salah 😀 mikroorganisme2 ini tidak mati dan tidak membeku. Di daerah kutub yg dingin banget itu, mereka hidup, bergerak dan berkembang biak, karena mereka ternyata memproduksi protein anti-pembekuan, ini yang saya gak tahu. Mereka bisa mengubah es yang padat begitu menjadi cair. Gak banyak protein yang diproduksi, tapi cukup untuk membuat mereka bergerak bebas. Hmm, jadi mikroorganisme ini memiliki semacam pelindung, macam gambar ini:

Hmm, mungkin bukan gambar yang pas ya? Tapi kek gitulah gambar yang ditunjukkin mikroskop, mereka bergerak dengan selubung yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Selubung itulah protein anti-pembekuan.

Nah yg tadi pagi saya lihat itu tentang ledakan sinar gamma atau GRB. Ada teori baru yang tadi dibahas, kemungkinan GRB inilah yang menyebabkan kematian Dino dan sebangsanya jutaan tahun lalu. Ledakannya macam ini:

Atau macam ini:

Gak terlalu kelihatan kan? Tapi setelah dianalisa kek gambar sebelumnya. Seperti itulah ledakan sinar gamma..Menurut lintang selatan, proses terjadinya ledakan sinar gamma adalah sbb:

Pada saat reaksi fusi terjadi di inti bintang yang sangat masif dan ketika inti tak lagi memiliki energi yang cukup untuk menahan selubung yang berat, maka terjadi keruntuhan katastrofe dari inti bintang menjadi bintang netron ataupun menjadi lubang hitam. Sementara lapisan selubung inti justru terlontar dalam ledakan besar di angkasa yang dikenal sebagai ledakan supernova. Di antara berbagai tipe ledakan supernova, ada satu tipe supernova yang memproduksi ledakan sinar gamma. Tipe itu dikenal sebagai “core-collapse supernaova” (supernova yang mengalami keruntuhan di pusat). Namun demikian tak berarti semua supernova jenis ini menghasilkan ledakan sinar gamma. Hanya satu dari seratus yang menghasilkan sinar gamma. Dan pada supernova yang menghasilkan ledakan sinar gamma, sebagian materi yang terlontar keluar itu mengalami percepatan sampai hampir mencapai kecepatan cahaya.

Di pusat ledakan supernova terdapat “mesin” yang mirip qusar (quasi-stellar radio source), hanya saja pada skala yang lebih kecil. Materi yang runtuh ke dalam inti akan memasuki piringan yang sedang mengalami turbulensi atau sedang berputar di sekeliling bintang netron ataupun lubang hitam yang baru saja terbentuk. Piringan akresi trsebut kemudian menghasilkan jet (ledakan super cepat) dari materi yang terdorong keluar dari kutub piringan dengan kecepatan yang luar biasa tinggi. Inilah yang diperkirakan sebagai penyebab terjadinya percepatan materi pada kecepatan cahaya dalam ledakan supernova.

LangitSelatan.com

Untuk mengetahui dimana posisi sinar gamma, perhatikan gambar ini:

Nah, bisa dilihat perbandingannya kan? Sinar Gamma memiliki panjang gelombang terpendek dan cukup bahaya. Energi yang dipancarkannya cukup besar, semakin besar energinya maka akan semakin berbahaya. Jika sampai bumi atau hanya sampai pada lapisan atmosfer, maka akan merusak struktur kimia yang ada di udara. Kebayang kan klu oksigen, nitrogen, sulfur, dll menjadi radikal bebas? Mereka akan berikatan dengan unsur apa saja dan itu bahaya. Klu dibandingkan dengan bom atom Hiroshima/Nagasaki, efek GRB ini seperti ribuan ton bom atom dijatuhkan pada saat yang bersamaan. Karena ledakan dengan bumi sangat jauh, jadi ngga terlalu ngaruh dengan bumi. Ledakan ini juga cukup sering terjadi, cuma ga dirasakan aja sama orang planet bumi, heuheu.. Klu gak percaya di websitenya NASA ada video yang menghitung jumlah ledakan gamma, sejak Desember 2004 hingga April 2010  NASA mencatat ada 500 ledakan gamma. Itu yang tercatat, bagaimana yg tidak? Untuk memahami gimana GRB terjadi, cekdizot:

 

 

nah yang ini tayangan lengkapnya di history channel:

 

 

Btw, GRB ini ngingetin saya sama lagu Muse yg judulnya Neutron Star Collision deh 😀

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s