Di Sini, Beberapa Tahun Lagi (Mungkin)

Kira-kira mungkin begini ya perbincangan antara penjual dan pembeli buku di masa depan,

 

2009

Pembeli: “Bang, Zhilal ada gak?”

Penjual: “Ada nih, mau yang mana?”

Pembeli: “Lengkap deh, Bang. Satu paketnya berapa?

Penjual: “1,4 juta.”

Pembeli: “Klu saya beli banyak dapet diskon ga?”

Penjual: “Mau beli berapa?”

Pembeli: “Saya beli 5 paket,  Bang.”

Penjual: “Ok, diskon 20 % ya.”

2011

Pembeli: “Bang, Zhilal ada gak?”

Penjual: “Ada nih, mau yang mana?”

Pembeli: “Lengkap deh, Bang. Satu paketnya berapa?”

Penjual: “Hmm.. Klu yang lengkap gak ada, Mas.”

Pembeli: “Hah? Kok bisa gak lengkap?”

Penjual: “Yah, Mas tau kan klu Jilid 2 Zhilal dibreidel pemerintah?”

Pembeli: “Dibreidel? Memangnya kenapa?”

Penjual: “Katanya sih gara-gara pembacanya bisa terprovokasi untuk melakukan pemberontakan”

Pembeli: “Oh gitu, jadi gak lengkap donk materinya?”

Penjual: “Begitulah..”

 

Beberapa tahun kemudian..

Pembeli: “Bang, masih inget saya gak?”

Penjual: “Siapa ya?”

Pembeli: “Saya yang dulu pernah ngeborong zhilal.”

Penjual: “Oh ya, saya inget..”

Pembeli: “Masih dibreidel zhilalnya, Bang?”

Penjual: “Begitulah, bahkan beberapa buku lain juga sudah mulai dibreidel. Oya, mau cari buku apa?”

Pembeli: “Saya cuma mau cari al Qur’an aja, Bang.”

Penjual: “Maaf Mas.. Saya gak berjualan qur’an..”

Pembeli: “Loh? Memangnya kenapa?”

Penjual: “Saya gak bisa menjual Kitabullah yang isinya hanya sebagian saja. Karena beberapa tahun lalu marak perlawanan, pemerintah sengaja menjadikan al Qur’an dijadikan barang bukti tindak kejahatan.. akhirnya mereka membreidel al Qur’an juga.. mereka hendak memadamkan cahaya Islam..”

Pembeli: “Innalillahi wa inna ilaihi roji’un..”

Penjual: “Tapi saya punya beberapa yang utuh, saya sempat mencetak ulang sembunyi-sembunyi beberapa waktu lalu.”

 

9 Buku Islam yang Dilarang Beredar di Toko Buku

Diposting pada Kamis, 20-10-2011 | 11:33:00 WIB

Hanjaya Candra SH, Kasi Intel Kejari Tanjungbalai Karimun kepada wartawan hari Rabu 10 Oktober2011 mengatakan, ada 9 judul buku yang dicekal peredarannya di Indonesia termasuk di Kabupaten Karimun oleh Jaksa Muda Intelijen (Jamintel) Kejagung RI. Hal itu dikarenakan isi buku tersebut dinilai beraliran kerasa dan menyimpang dari ajaran agama tertentu. Selain itu, buku tersebut dikhawatirkan akan cendrung menciptakan bentuk-bentuk pemikiran terorisme bagi pembacanya.

Daftar Buku Dalam Pengawasan Kejari:

1. Tafsir Fi Zhilalil Quran Jilid 2 Serangan Sayyid Qutbh, Diterjemahkan oleh As’ad Yasin-Muahotob Hamzah, Terbitan Gema Insani Depok-Jakarta 2001.

2. Loyalitas dan Anti Loyalitas dalam Islam karangan Muhammad bin Sa’id Al Qathani diterjemahkan oleh Salahudin bin Abu Sayid terbitan PT Era Adi Citra Intermedia-Solo 2009.

3. Ikrar Perjuangan Islam karangan DR Najih Ibrahim diterjemahkan oleh Abu Ayub Ansyori terbitan Pustaka Al Alaq dan Al Qowam-Solo 2009

4. Khilafah Islamiyah-Suatu Realita bukan Khayalan karangan Prof DR Syeikh Yusuf Al Qaradawi diterjemahkan oleh Ahmad Nuryadi, terbitan PT Fikahati Aneka-Jakarta 2000.

5. Kado Istimewa untuk Sang Mujahid karangan Syakh Dr Abdullah Azman, diterjemahkan oleh Abdul Fattan Al Bourie, terbitan PT Pustaka Al Alaq-Solo 2008.

6. Catatan dari Penjara – Untuk Mengamalkan dan Menegakan Dinul Islam karangan Abu Bakar Ba’asyir, terbitan Mushaf, Depol Jawa Barat, 2008.

7. Bagaimana Membangun Kembali Negara Khilafah karangan Syabab Hizbut Thahtir Inggris, diterjemahkan oleh M Ramdhan Adi, terbitan Pustaka Thariqul Izzan, Bogor 2008.

8. Syariat Islam-Solusi Universal karangan Prof Wahbah Az Zuhali, diterjemahkan oleh Ridwan Yahya LC, terbitan Pustaka Nuwaitu, Jakarta Timur 2004.

9. Visi Politik Gerakan Jihad karangan Hazim Al Madanidan Abu Mus’ab As Suri, diterjemahkan oleh Luqman Hakim Lc dan Umarul Faruq Lc, terbitan Jazera, Solo 2010.

 

Alhamdulillah, saya sempat membeli beberapa buku di atas sebelum dibreidel pemerintah. Mereka yang membreidel mengaku muslim, tapi mereka takut dengan hukum2 Islam, mereduksi beberapa ajaran Islam tidak akan mengurangi kemuliaan Islam. Justru itu hanya menunjukkan kebodohan mereka dan menjadi bukti bahwa sesungguhnya mereka hanya memperturutkan nafsunya saja. Semoga Allah membuka hati mereka yang sangat mencintai dunia.

Di negara demokrasi sekuler yang berazas pancasila ini, ada dua hak dasar saya yang tidak terpenuhi:

1. Hak menjalankan kewajiban agama saya secara menyeluruh (kaffah), yaitu dengan penerapan hukum2 Islam.

2. Hak kebebasan bersuara (menyuarakan kebenaran), breidel buku contohnya.

 

Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.”

(QS. ASH-SHAFF:8)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s