Melihat Dunia (3)*

*Kalau tidak salah sih, saat ini sudah 3 kali saya menulis Melihat Dunia.

Beberapa hari belakangan ini Alloh banyak menolong saya menyelesaikan beberapa permasalahan yang ada. Sebagian masalah itu memang sudah berlarut-larut sampai beberapa tugas saya terbengkalai. Alhamdulillah, Alloh masih sayang, Ia nggak ninggalin saya gitu aja di tengah keterpurukan.

Tempo hari saya bercerita (nggak sengaja sebetulnya) sama seorang sahabat yang nggak terlalu dekat. Ketemu pun jarang, tapi saya baru menyadari beberapa masalah yang saya hadapi kadang saya ceritakan ke beliau. Dari jam setengah 11 pagi sampe ashar saya ngomong melulu, kepotong konsultasi ke dosen dan sholat (bahkan makan siang pun sambil bercerita). Otot2 mulut saya sampe terasa pegelnya, karena memang biasanya saya jarang bercerita. Baru kali ini setelah bertahun2 semua uneg2 keluar. Beliau sendiri gak saya minta ngasih solusi, tapi saya bersyukur dia memberikan waktu dan telinganya untuk mendengar, tidak memotong, dan menguatkan. Jazakillahu khoiron katsiro wa ahsanal jaza  🙂

Ketika bercerita itu, beliau pun rupanya memiliki masalah yang mirip, temen2nya juga gak ada yang tahu. Tambah lagi kebetulan dosen saya bercerita tentang masa lalunya ketika kuliah. Semacam, ‘lo nggak sendirian kok, mereka juga punya masalah yang sama’. Dari beberapa cerita yang saya terima tempo hari, ada yang baik ada juga yang buruk. Memang kondisi psikologis manusia itu sangat tergantung dengan sekitarnya, saya pun.

Lagi pula tidak semua orang dihadapkan pada problem yang sama. Melihat beberapa kawan, melihat orang2 di jalanan, mendengar selentingan, membaca buka ini itu, menjadi pendengar bagi orang lain, membuat saya bisa tetap bersyukur dan beristighfar, masalah saya nggak seberapa rupanya dibanding yang lain. Dan mereka membuat saya menjadi lebih kaya.

Karena sharing yang nggak sengaja itulah saat ini saya menjadi lebih lega. Alhamdulillah semuanya memberi dukungan dan masukan yang baik, mereka memang gak menyuruh saya untuk begini dan begitu. Tapi cerita yang mereka sebutkan itu membuat saya harus memilih, jika begini maka hasilnya A, jika begitu hasilnya B, jika beginu hasilnya C. Pilihan yang bisa menentukan masa depan. Dan saya telah memilih untuk bangkit, langkah pertama sudah saya lakukan, masih ada 999999999999999999999~ langkah berikutnya yang belum saya kerjakan.

Mudahkan urusanku ya Rabb. Istiqamahkan semangat yang ada, kuatkan jika lemah, bakar kembali jika padam. Aku ingin semangat itu tetap ada hingga purna masa baktiku pada-Mu di dunia.

 

PS: Melihat Dunia 1 & 2 ada di blog yang sudah saya hapus 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s