Dear You…

Aku tidak merayakan hari ibu. Cukuplah Id Adha, Id Fitri, dan hari Jum’at sebagai hari yang patut dirayakan.

Anyway, hubunganku dengan orangtuaku memang aneh. Ada sedikit kebencian, tapi berlimpahan kasih sayang. Ada ribut di pagi hari, kemudian tertawa bersama di malamnya. Ibu, bapak.. sama saja buatku, tidak ada yang lebih spesial dari keduanya. Kecuali datang dari hadits, ‘ibumu.. ibumu.. ibumu.. kemudian ayahmu..’ mungkin aku harus belajar mencintai ibu 3x lebih dibanding bapak.

Bagiku, ibu dan bapak biasa saja. Seperti kebanyakan ibu dan bapak yang lainnya. Tidak ada yang spesial, kecuali keduanya sama2 berusaha mempertahankan rumah tangga. Bukan hal yang mudah dilakukan jika diri sudah termakan fitnah dan dikuasai setan. Tapi kini keduanya sedang merajut kembali pertalian yang koyak. Dan itu membuatku bangga, bersyukur tiada terkira.

Dear Mom & Dad, ana uhibbukum fillah..

*ah, tanpa kuucapkan pun kukira kau bisa merasakannya :’)

Advertisements

One thought on “Dear You…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s