Global March to Jerusalem

Bismillah..

Hehe, kebawa euforia Global March to Jerusalem nih ceritanya.. Saya baru tahu kemarin klu orang umum juga bisa ikut atas nama pribadi, tau gitu saya mau ikutan.. tapi bayar 2000 USD, gak punya duit, heuheu..

Lumayan juga ongkosnya, sekitar 18 juta per orang untuk berangkat ke Gaza, seperti  ongkos umroh.. Ada beberapa kalangan yang menilai bahwa Global March to Jerussalem tidak memberikan efek yang signifikan thd rakyat Gaza.. Dalam artikel yang dimuat muslimdaily.net, dituliskan seperti ini:

Global March To Jerusalem(GMJ), sebuah program kemanusiaan berskala internasional yang baru–baru ini mengadakan kegiatan aksi simpati untuk Palestina telah menyedot simpati dan perhatian seluruh dunia.

Kalangan dari berbagai kelompok dan agama ikut mendukung bahkan mengambil bagian. Tidak terkecuali beberapa lembaga kemanusiaan, zakat dan organisasi perduli palestina yang ada di Indonesia.

Jerusalem, disana berdiri masjid Al Quds yang merupakan masjid suci dan bersejarah karena merupakan kiblat pertama umat Islam sebelum akhirnya dipindahkan ke Mekkah. Pada kenyataanya, kegiatan GMJ ini sendiripun menuai pro kontra terutama mengenai nilai ke-efektifan terhadap bantuan kongkrit bagi rakyat Palestina sendiri.

Pada Sabtu (07/04/2012), Jomah M Al Najjar dari Palestinian Welfare House menjelaskan bahwa kegiatan GMJ ini tidak memberikan efek yang signifikan terhadap rakyat di Jalur Gaza.

“Shahaludin Alayyubi tidak pernah berjuang membebaskan Al Aqso dengan global march, tapi dengan tarbiyah dan Jihad”, jelasnya.

Jalur Gaza sendiri memiliki banyak permasalahan yang membutuhkan bantuan kongkrit dibandingkan sebuah aksi simbolik yang menghabis-habiskan tenaga dan dana menurut Jomah.

“Anak – anak di Jalur Gaza sangat membutuhkan filter air bersih, mereka dengan usia dini kini harus mengalami kerusakan ginjal karena konsumsi air yang jauh dari dibawah standar kesehatan”, jelas laki–laki kelahiran Jalur Gaza ini dalam pertemuan Jurnalis Islam Bersatu (JITU) di rumah Ketua JITU, Hardjito Warno Sabtu kemarin.

Menurut Jomah, selain permasalahan air, keluarga di Gaza mengalami kesulitan dalam ekonomi karena kondisi Gaza yang masih belum stabil. Gaza juga membutuhkan pengembangan lahan pertanian, lalu rekonstruksi pembangunan dari rumah dan gedung-gedung yang hancur karena serangan Israel.

Penghijauan, kesehatan, kebutuhan pendidikan hingga membangun sistem pengairan agar masyarakat bisa mendapatkan air bersih di rumahnya masing masing.

Senada dengan Jomas, Hardjito Warno ketua umum Jurnalis Islam Bersatu (JITU) sendiri berpendapat akan lebih efektif jika semua biaya GMJ tersebut dialihkan untuk mencukupi kebutuhan rakyat jalur Gaza seperti filter air, pertanian, dan rekonstruksi bangunan bangunan rusak di sana.

“Ya kalau satu orang butuh 20 juta rupiah untuk berangkat GMJ, bayangkan berapa dana GMJ jika yang ikut serta mencapai 100 orang. Padahal kebutuhan filter air itu jika dirupiahkan hanya Rp. 2,5 juta untuk satu filter air,” jelas wartawan yang bekerja untuk Al Jazeera dan juga pernah menjadi relawan Jalur Gaza di Kapal Mavi Malmara ini.

Saat ini, aksi GMJ sendiri tidak berhasil memasuki Jerusalem seperti yang sudah ditargetkan. Bahkan tidak sedikit aktivis GMJ yang dipulangkan dari perbatasan Jordania. KISPA, Sahabat Al Aqso dan Jurnalis Islam Bersatu (JITU) bekerja sama dengan Palestinian Welfare House rutin mengadakan safari dakwah di Indonesia dan penggalangan dana untuk penyediaan filter air bersih di Jalur Gaza. [muslimdaily.net]

ada betulnya juga.. jika dikumpulkan pastilah sangat banyak uang yang didapatkan.. tapi apa ya semuanya harus dinilai dengan uang? secara tidak langsung kita mengatakan “Nih, kamu bebaskan dirimu sendiri sana.. sar-pras kita yang jamin”, lalu dimana kita meletakkan “setiap muslim adalah saudara.. seperti tubuh, jika satu bagian MERASAKAN sakit, maka bagian yang lain akan merasakannya pula”. Dukungan terhadap Gaza tidak hanya diberikan dalam bentuk materi, tapi juga moril. Biar kita merasakan keseharian rakyat Gaza secara langsung, tidak hanya dari berita.. bagaimana susahnya air, listrik, juga hidup di bawah popor senjata..
Saat ini saya membayangkan menjadi rakyat Gaza yang sedang dijenguk oleh orang2 di seluruh dunia. Bisa kau bayangkan?
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s