Harga Wajah Wanita di Persidangan (kisah nyata)

KISAH NYATA

Lelaki ini bersedia bayar 1,2 milyar asalkan cadar istrinya tidak dibuka dalam persidangan!

Kalo umumnya lelaki zaman sekarang: “Ayo.. ayo.. lihat wajah istri saya, cantik khan…”

Harga Wajah Wanita di Persidangan ( kisah nyata)
Oleh Sukpandiar Idris Advokat

Muhammad bin Musa al-Qadhi berkata, “Pada suatu hari di tahun 286 H, saya menghadiri sidang Musa bin Ishaq al-Qadhi. Sidang atas kasus yang di ajukan oleh seorang tua yang menggugat menantunya karea ia ingkar janji (wan prestasi dalam bahasa hukum perdata (AH) senilai 500 dinar- setara Rp. 1 Milyar 200 juta lebih! yang ia janjikan.

Hakim mengatakan, ” Datangkanlah para saksimu”. Orang tua itu mengatakan, saya telah menghadirkan mereka dalam sidang ini.’ Sang hakim lalu minta kepada sebagian saksi untuk melihat kepada sang isteri, lalu saksi berdiri, dan wanita (sang isteri) juga berdiri.
Continue reading

Advertisements

Menimba Ilmu dari Ahli Bid’ah dan Berguru padanya

Meskipun riwayat merupakan bagian dari mencari ilmu, namun periwayatan memiliki hukum khusus. Maka para ulama ahli hadits hanya mengacu pada kejujuran perawi tanpa melihat status lain, yang penting muslim.

Sebab cara untuk memilah antara hadits shahih dengan yang dhaif hanya dengan cara itu, sehingga sangat mungkin hadits dari ahli sunnah tertolak karena pendusta. Terkadang riwayat ahli bid’ah ditolak untuk menjaga sunnah atau menghalau kebida’ahan karena perawinya propagandis kebid’ahan.

Adapun masalah mencari ilmu dari ahli bid’ah untuk memahami penjelasan dan tafsir nash-nash serta menelusuri hukum-hukumnya, berbeda dengan riwayat, bisa jadi masalah ilmu tidak mementingkan kejujuran ahli bid’ah. Hanya perlu diperhatikan pengaruh kebid’ahan kepada murid dan jenis ilmu yang diajarkan.

Jika kita memperhatikan beberapa atsar dari para ulama salaf, tampak jelas peringatan mereka dalam menuntut ilmu dari ahli bid’ah.

Continue reading

Dear you, my beloved sister..

Bismillah..

Tadi sore, mbak saya yg di Surabaya nelepon saya. Bukan mbak kandung sebenernya, tapi saya sangat menyayanginya seperti kakak kandung saya sendiri. Apalagi setelah beliau mempercayai saya menjaga rahasianya, alhamdulillah.. Semoga saya bisa istiqomah diamanahi seperti itu.

Anyway, waktu mbak cerita tadi entah kenapa rasanya pingin nangis, entah kangen, entah karena merasa ternyata masih ada yang perhatiin saya. Hiks2.. Tadi pun sebetulnya saya mau cerita banyak, uugghhh… kepala saya rasanya penuh dengan cerita2.. tapi gak tau kenapa, saya menahan diri untuk tdk bercerita.. tadi hanya merasa bahwa beliau yg lebih butuh bercerita.. Alhamdulillah, dapet cerita baru, hihi.. Saya sangat bersyukur dengan kondisinya sekarang, skenario Alloh sangat tidak bisa di duga2.. tapi janji kebaikan Alloh itu pasti bagi orang2 yg beriman..

Continue reading

Dear You…

Aku tidak merayakan hari ibu. Cukuplah Id Adha, Id Fitri, dan hari Jum’at sebagai hari yang patut dirayakan.

Anyway, hubunganku dengan orangtuaku memang aneh. Ada sedikit kebencian, tapi berlimpahan kasih sayang. Ada ribut di pagi hari, kemudian tertawa bersama di malamnya. Ibu, bapak.. sama saja buatku, tidak ada yang lebih spesial dari keduanya. Kecuali datang dari hadits, ‘ibumu.. ibumu.. ibumu.. kemudian ayahmu..’ mungkin aku harus belajar mencintai ibu 3x lebih dibanding bapak.

Continue reading